Jadwal Majelis Ta’lim Nurul Musthofa

Buat hari sabtu, malam minggu besok tanggal 30 Agustus 2008,
majelis Ta’lim Nurul Musthofa bertempat di Masjid Jami Al-Inabah, Jl. Pancoran Barat XI(Depan Hero Gatot Subroto), Pancoran, Jakarta Selatan.

15 Mei, 2008 at 1:39 am 48 komentar

Maulid Rasulullah SAW

Maulid adalah gambaran atau biografi seseorang, sedangkan maulid Rasul adalah kelahirannya Nabi Muhammad SAW, Allah SWT berfirman : ” Taatlah engkau kepada KU dan kepada Rasul “. Bagaimana kita mengenal Rasulnya Allah SWT : maka, para ulama-ulama menggambarkan pandangan mereka dengan mengutip kebesaran Rasulullah SAW dengan bentuk buku-buku mereka yang dinamai buku Maulid.
Allah SWT berfirman : “Dan pada dirimu ya Muhammad contoh tauladan yang besar “. Firman Allah tersebut menjadikan para ulama lebih kuat, mereka menginginkan apa-apa yang dimaksudkan firman Allah SWT diatas dengan menjabarkan atau membahas biografi Rasulullah SAW. Maka mereka mengutip dengan buku-buku maulid yang kita kenal dengan kutipan-kutipan mereka diantaranya :
1. Maulid Syariful Anam
2. Maulid Ad-Diba’i
3. Maulid Al-A’zab
4. Maulid Barzanji
5. Maulid Simtudduror
6. Maulid Ad-Dia’ullami, dll.
Isi dari Maulid mereka sama menjelaskan kepribadian Rasulullah SAW, karena Allah SWT berfirman : ” Tidaklah Aku utus engkau ya Muhammad, karena engkau rahmat semesta alam “.

Apa yang disebut dengan Rahmat ? “Rahmat adalah Kasih sayang Allah yang dalam firmannya Raufurrahim = Pemaaf atau penyayang, tanda ini jelas bahwa maulid adalah pujian-pujian Allah SWT kepada Rasulullah yang sudah ada di dalam Al Qur’an yang lebih dijelaskan dalam buku Maulid, karena Allah SWT berfirman : ” Sesungguhnya Aku (Allah SWT) dan para malaikatku (Allah SWT) bershalawat kepada Rasululah SAW, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kepada Rasulullah SAW”.
Apa maksud Shalawat ? “Shalawat adalah pujian “, Shalawat kepada Rasulullah berarti memuji Rasulullah. Allah SWT telah memuji Rasulullah SAW, dalam firman diatas dan telah menyuruh kepada malaikat maupun manusia untuk memuji Rasulullah SAW. Banyak pujian-pujian Allah SWT di dalam Al Qur’an menggambarkan kemuliaan Rasulullah, berarti memuji Rasulullah adalah perintah Allah yang harus ditaati sampai kita didalam shalat pun membawa pujian kepada Rasulullah SAW dengan bershalawat kepadanya, menandakan betapa cintanya Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.
Inti Maulid adalah Manusia harus mencontoh manusia yang mulia yaitu Nabi Muhammad SAW. Karena Nabi Muhammad SAW bersabda : ” Aku anak cucu Adam yang tak membanggakan diriku “. Jelas pujian tersebut bukan keinginan Rasulullah SAW, tetapi keinginan Allah SWT untuk seluruh hambanya memuji Rasulullah SAW.
Nabi bersabda : ” Barang siapa yang memujiku maka akan kulemparkan pasir “. lalu Allah SWT berfirman : ” Wahai orang-orang yang beriman pujilah Rasulullah SAW “. Kerendahan diri Rasulullah SAW telah terbukti diatas, bahwa pujian-pujian itu datangnya dari Allah SWT bukan keinginan Rasulullah SAW, berarti memuji Rasulullah SAW mengikuti keinginan Allah SWT (Perintah) dan siapa yang melanggar perintahnya berarti dia berpaling dari kebesaran Allah SWT, berarti pembacaan Maulid atau Shalawat adalah perintah Allah SWT atas hambanya untuk memuji Rasulullah SAW.
Yang Akhirnya Rasulullah SAW bersabda : ” Barang siapa yang bershalawat kepadaku maka Allah SWT akan menurunkan rahmat 10 kepadanya, dan mengampuni 10 dosanya, dan mengangkat 10 derajatnya ” (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang berkaitan dengan seseorang membaca Maulid atau bershalawat kepada Rasulullah SAW. Di zaman yang modern ini banyak sebagian kelompok mengharamkan atau membid’ahkan Maulid dan Shalawat kepada Rasulullah SAW, dikarenakan pemikiran mereka yang pendek tentang nabi Muhammad SAW dan pengetahuan mereka yang tidak kuat didalam Al Qur’an, karena tidak ada didalam Al Qur’an ayat yang menerangkan haramnya membaca Maulid atau Bid’ahnya membaca Shalawat, karena mereka dibekali ilmu-ilmu orang Yahudi dan Nasrani, karena ketidak mampuannya menjatuhkan nama nabi Muhammad SAW, dari dulu sampai sekarang mereka mencari bagaimana cara untuk merusak agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Karena Allah SWT berfirman : “Sesunguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah Ridho (kepada ajaran Nabi Muhammad SAW) sebelum umat itu mengikuti ajaran Yahudi dan Nasrani “
Dari rangkuman hasil diatas maka terbukti bahwa gerak gerik orang-orang Yahudi dan Nasrani telah memasuki tubuh Islam untuk menghancurkan agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Karena Allah SWT berfirman : “Agama yang diterima oleh Allah SWT adalah agama Islam”.
Maka kita akan mengenal islam dengan mengenal biografi Rasulullah SAW dengan pembacaan Maulid bukan ajaran orang-orang Yahudi dan nasrani yang menyangkal tentang biografi Nabi Muhammad SAW dalam rangkuman Maulid.
Last Updated ( Tuesday, 17 April 2007 )

9 Maret, 2008 at 9:25 am Tinggalkan komentar

DIDIKAN GURU TERHADAP MURIDNYA

Pada suatu zaman ada seorang murid yang ta’at kepada gurunya, setelah ia belajar lama ia pun kembali ke kampung asalnya, tahun demi tahun ia lalui yang akhirnya beliau menjadi seorang yang alim yang terkenal di kampung itu dan di juluki “Syekh Maulana Kendi”. Kenapa beliau di juluki Maulana Kendi?, karena beliau tidak lepas dengan kendi tersebut untuk mengambil air wudhu dan untuk beliau minum airnya, keta’atan ibadahnya sehingga beliau tidak memiliki harta apapaun, kecuali gubuk kecil yang beliau tempati bersama seorang muridnya yang beliau sayangi. Keta’atan dan ketaqwaannya menjadikan contoh untuk muridnya yang selalu mendampinginya sehingga muridnya pun menjunjung tinggi ahlak dan kebesaran ilmunya.
Pada suatu saat Syekh Kendi menceritakan tentang gurunya yang berada di negeri seberang dan akhirnya menyuruh muridnya untuk menemuinya, keesokan harinya sang murid berangkat kenegeri seberang dan sampailah didepan gerbang guru besar Syekh Kendi, maka murid Syekh Kendi bertanya : “Apakah ini rumah guru besar Syekh Kendi?”, rumah yang bagaikan istana yang luas, penjaga yang begitu banyak membuat keraguan murid Syekh Kendi, seraya dihati berkata : “Guruku Syekh Kendi miskin tak punya apa-apa sedangkan guru besarnya seperti ini”. Bertambah keanehannya di kala melihat didalam istananya bangku-bangku emas dan mahkota emas dan begitu gemerlapan emas yang ada di dalam rumahnya.
Dan akhirnya berjumpalah murid Syekh Kendi dengan guru besarnya yang bernama Syekh Sulaiman (Guru dari Syekh Kendi), tiba-tiba beliau berkata : “Apakah engkau murid Syekh Kendi murid dari pada kesayanganku?” benar wahai guru besar (Guru Sulaiman), beri kabar kepada muridku agar dia lebih zuhud lagi didunia dan salamkan ini kepadanya, kebingungan bertambah, guruku yang miskin di suruh tambah miskin lagi menurut kata hatinya, dan pertanyaan ini membuat bingung dan akhirnya keesokan harinya dia pulang menuju rumah Syekh Kendi gurunya dan membawa pertanyaan yang membingungkan, setibanya dia dirumah Syekh Kendi dengan gembira Syekh Kendi menyambut kedatangannya seraya bertanya : “Apa kabar yang kau bawa dari guruku tercinta?” muridnya menceritakan : “Wahai guruku aku diberi kabar agar engkau lebih zuhud lagi hidup didunia.”, tiba-tiba Syekh Kendi menangis, menangis dan menangis lalu mengambil kendinya dan memecahkannya seraya berkata : “Benar guruku, benar guruku”.
Ketahuilah wahai muridku kemewahan dan keindahan Syekh Sulaiman guruku tak sedikitpun masuk kedalam hatinya, sedangkan aku selalu mencari-cari kendiku dan aku takut kehilangannya, ini yang menyebabkan aku kurang zuhud kepada Allah SWT, karena masih ada dihatiku dunia.

26 Januari, 2008 at 8:25 am Tinggalkan komentar

Tips: Menghapus virus di USB flash disk

Biasanya flash disk yang kena virus seperti virus Agnes, Dian Sastro tidak bisa dihapus dengan menggunakan tombol Delete atau kombinasi Shift + Delete di Windows.

Tapi ada cara tertentu untuk membasminya :

1. Buka Command Prompt
2. Ketik cd\
3. Ketik flash disk berada misalkan flash disk di drive D berarti ketik “D:” (tanpa tanda kutip)
4. Ketik del *.* atau dengan format D: tekan Enter.

Apabila anda menggunakan Format D: berarti data terlebih dahulu di Backup. Semoga artikel ini berguna.

25 Januari, 2008 at 9:58 am Tinggalkan komentar

Seperti Apa Ponsel Mewah Seharga Rp 2,8 Miliar?

Jakarta, Secanggih apa ponsel seharga Rp 2,8 miliar (US$310 ribu) dalam fantasi Anda? Jangan hanya dibayangkan, ada baiknya Anda berkenalan dengan ponsel keluaran Nokia ini.
Adalah Vertu, merek ponsel mewah besutan Nokia yang kini hadir dalam seri terbarunya “Cobra”. Harganya memang selangit, tapi produsennya mantap mematok harga setinggi itu.

“Cobra” lebih tepat disebut sebagai karya seni dibanding produk telekomunikasi. Kemunculan perdananya pun bukan di pameran ponsel, melainkan di pameran jam tangan dan perhiasan ‘Baselworld Watch and Jewellery Show’ yang berlangsung minggu ini di Swiss.

Jadi jangan bayangkan berbagai fitur canggih di sini. Membahas ponsel tak lazim ini, berarti membahas logam-logam mulia yang merentenginya. Selain berlapis emas, ponsel ini juga bertahtakan berlian, jamrud, dan 439 butir batu delima.

Sudah pasti ponsel ini adalah sebuah simbul status. Kedudukannya setara dengan mobil mewah, vila atau kapal pesiar yang sering kali dimiliki bukan karena butuh, melainkan karena gengsi. Mengokohkan kedudukannya, “Cobra” dirilis dengan jumlah terbatas, hanya 8 unit.

Meski mahal, bukan berarti ponsel ini tak laku. Buktinya penjualan Vertu naik 140 persen tahun lalu. Perusahaan berhasil memasarkan 100 ribu unit ponsel setiap tahunnya, di mana harga terendahnya adalah Rp 39 juta (US$4.300).

President Vertu, Alberto Torres mengatakan, banyak pelanggan usia muda yang lebih menyukai ponsel mereka dibanding jam tangan.

Peruasahaan mengungkap, konsumen Vertu adalah para miliuner yang meraup sukses dari kawasan ekonomi berkembang seperti Cina, India dan Rusia, serta pengusaha minyak asal Timur Tengah.

Sumber: Detikinet

24 Januari, 2008 at 7:53 am Tinggalkan komentar

Berkata Al Habib Abdullah Bin Mukshin Al-Attas (Keramat Bogor)

“Pemuda yang baik adalah pemuda yang berakhlak :
1. Ta’at kepada Allah SWT.
2. Ta’at kepada Nabi Muhammad SAW.
3. Ta’at kepada orang tua.
4. Ta’at kepada ulama.”.

20 November, 2007 at 6:25 am 1 komentar

Berkata Al Habib Abdullah Bin Mukshin Al-Attas (Keramat Bogor)

“Kunci kesuksesan ada tiga, yaitu :
1. Menuntut ilmu dan beramal.
2. Istiqomah dan sabar.
3. Saling menghormati.”

20 November, 2007 at 6:19 am Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Desember 2014
M S S R K J S
« Mei    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Blog Stats

  • 34,680 hits

Halaman


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.